millenial

kemarin baru ikut seminar tentang “milleial & money”, tetang generasi millenial, siapa? ya kita.. haha

ih si jumi tumben ikut seminar? haha.. lagi tobat.

sebenarnya kemarin saya memang nggak ada niatan sama sekali buat ikuut seminar, tiba-tiba si alya dikelas bilang “ayo, sekelas ikut seminar ya”. hening nggak ada sahuutan dari anak-anak, termasuk saya, hihi

“tenang, seminarnya GRATIS kok!” lanjt si alya yang melihat tampangg anak kelas, seolah malas ikt semnar, eeeh…. denger kata gratisan ajah, muka seketika cerah, haha.. termasuk saya nih, maklum kantong mahasiswi,

waktu masuk dalam seminar, entah kenapa tiba-tiba antusias saya bertambah berkali-kali lipat.. haha jiahh efek apanih? pas om narasumber mulai ngjelasin materi, main semangat pas tau ternyata materi tentang cara mengatur dengan baik dan benar, pas buat saya yang termasuk boros.

om rendra, beliau adalah pembicaranya, dengan pembawaan yang asyik dan seru buat ruangan seringkali riuh, om rendra dengan semangat memberikat tips agar kita (para bocah millenial) yang menurut observasi lebih sering menscroll layar hp, atau medsosan dari pada membaca bku, dan lebih ska menghabiskan uang, daripada menginvestasikannya.

nah menrut om rendra aga kita lebih mawas diri

ada 2 points for your future

  1. know the power
  2. control the power

yang pertama kita harus tau apa sih kelebihan yang ada di dalam diri kita, setelah itu baru dikembangkan. menurut om rendra “tidak perlu perfect dalam semua hal, tapi cukup satu perfect yag bisa menerobos segala hal”

yang kedua kita hanya perlu mengontrol kelebihan itu tadi.

nah kita termasuk kedalam generasi mana sih?

sekarang sudah tau kan apa generasimu??

banyak sekali perbedaan antara generasi millenial yang cenderung menyukai segala hal yang berbau instan, dan sangat hoby menghambur hambur uang, bener nggak?? itu saya bgt.. hehe. karna life style yang menuntut.

awalnya saya juga tidak mempunyai konsep, nah buat kita agar bisa terkontrol pengeluaran dan income,

  1. harus bisa membedakan need dan wants
  2. menabung untuk yang urgent
  3. berinvestasi

harus bisa mana kebutuhan dan mana keinginan, misalnya ngiikutin trend, dengan nongkrong di kafe padahal hanya mensrcoll layar atau sekedar ngikutin trend, eehh.. menghabiskan 25000 buat seecangkir kopi, yahhh… kalau cuma pengen ngopi, beli di warung yang satu sachetnya seharga 3000, wahhhh perbandingannya jauuuh…

menabung untuk yang penting, yang berhubungan dengan kebutuhan.

hmmm.. investasi, bisa lewat deposito, emas (gadai), atau saham

harus berfikir satu taun kedepan sudah menyiapkan apa?

ini ada concept dari om rendra tentang mengatur uang dengan baik.

simple financial concept dengan hutang

  • need : 50%
  • deb :30%
  • want : 10 %
  • sefing : 10 %
  • invest : 0

tanpa hutang

  • need : 50 %
  • want : 20%
  • sefing : 20 %
  • invest : 10%

mulai setelah seminar, saya mulai menerapkan dalam keuangan miinim, dan kebutuhan dan keinginan yang bejibun..

ayo kamu kapan mulai????

Diterbitkan oleh miss kacamata

food fighter 1/4 /peminum kopi di pagi hari/ penyuka indomie original/ penyuka dongeng anak-anak/ berharap bisa berteman dengan angelina jolie dan raisa/ pecinta kocheng dan kaktus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: