elegi rindu

rindu tergugu. menerima kenyataan bahwa ia tak bisa memeluk rasa, asa dan cita. untuk terakhir kalinya.

rindu meringkuk memeluk kedua lututnya. diam. perasaannya sudah tak sanggup ia jabarkan lagi. perasaan marah dan rindu bercanpur. rindu tak sanggup lagi menahannya. ia menelungkupkan kepalanya. bulir bening mengalir di kedua pipinya. bayangan ketiga anak rasa, asa, dan cita berlarian di pelupuk mata.

rasa, dengan tingkah lembutnya bak putri di negri dongeng. dan asa yang tak pernah mengenal pupus. ia bagai penjaga keduanya (rasa dan cita). cita, siapa yang tak pernah mengenalnya. tawa lepasnya membuat siapa saja tertular cerianya.

ketiganya bagi kembar tapi bukan. terlihat sama karena sering bersama. tak ada pertalian darah diantara mereka. hubungan ketiganyalah yang membuat mereka sedekat urat nadi. dan mereka adalah belahan jiwa rindu.

rindu berjalan di tepi pantai. bayangan ketiganya berlarian seolah nyata didepannya.

rasa tersenyum anggun.

asa tersenyum jail.

cita tertawa lepas.

ketiganya berlari ke arahnya. membuka tangan mungil mereka. rindu merentangkan tangannya. hendak menerima pelukan mereka. yang ia tangkap hanya angin laut yang berhembus hampa.

rindu tergugu. semua hanya bayangan tampak nyata di pelupuk mata.

menjelang senja

Diterbitkan oleh miss kacamata

food fighter 1/4 /peminum kopi di pagi hari/ penyuka indomie original/ penyuka dongeng anak-anak/ berharap bisa berteman dengan angelina jolie dan raisa/ pecinta kocheng dan kaktus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: