Satu Paket

Aku terbangun dini hari. Bahkan sebelum alarmku berbunyi. Suatu yang sedikit mengejutkan. Mengingat untuk membuka mata saja aku sulit. Ditambah aku baru saja tertidur sekitar satu jam.

Aku membuka ponselku.

Dan sedikit memikirkan apa sih yang nanti mau aku tulis di blog? Tentang apa? Seringkali aku dititik yang sama dan pertanyaan itu selalu muncul. Stuck.

Setelah kuteliti. Ku runut aktivitasku selama seharian. Dan pantas saja aku seringkali, bertanya mau menulis apa? Karena waktu membaca ku hampir hilang. Pekerjaanku hanya menscrool ponsel. Melihat story orang, membuat story, komentar.

Keseharianku sangat unfaedah sekali.

Aku mulai mereset ulang schedule. Dan mulai membiasakan diri membuat to do list di buku apa yang akan kulakukan besok.

Dan juga aku harus mengisi amunisi pengetahuan ku dengan membaca. Menulis dan membaca bukankah satu paket yang tak terpisahkan? Bagaikan kanan dan kiri. Suatu keseimbangan yang tidak bisa dipungkiri.

pernah dengar ada quotes

“membaca adalah mengambil nafas, sedangkan menulis adalah membuang nafas”

Dan jika kamu tidak pernah membaca. Lalu bagaimana kamu akan menulis? Kamu seolah kehabisan pembahasan.

cara mengisi amunisi menulis:

  1. Membaca

Selain guna memperkaya pengetahuan. Membaca juga menambah kosakata kita. Dan menjadi melihat kepekaan dalam menulis. Dan buku atau apa yang kita baca bisa untuk menjadi bahan reverensi. Bukan menjiplak loh yaa..

2. Media sosial

Tanpa kita sadari, kita sudah belajar menulis dengan menuliskan caption di media sosial seperti Instagram, facebook, dll. Atau sekedar story whatsaap. Nah, dari media sosial juga banyak sekali informasi. Itu dapat menjadi tambahan informasi kalian.

3. Mencintai dunia tulis menulis

Oya, pernah nggak di depan laptop berjam-jam? Tapi masih bingung mau nulis apa? Aku sering mengalaminya. Nah, jika kalian sama denganku. Otak kita memerlukan ide yang fresh, jangan dipaksa. Kita cob acari inspirasi dengan membaca. Dan jangan lupa untuk mencintai dunia kit aini. Dunia tulis menulis. Aku mencintainya sejak umur ku masih kecil. Dunia kepenulisanku berawal dari menulis diary. Wah, sepertinya sudah umum sekali jika anak perempuan menyukai menulis nya di diary.

Kenapa kok kamu suka menulis? Hoby. Jawabku selalu.

Hoby adalah sesuatu yang kita senangi. Jadi menulis dan membaca adalah hobyku. Dengan membaca aku mendapat pengetahuan dan kosakata. Dan dengan menulis aku mempraktekkan apa yang sudah ku dapat dengan membaca. Yang sedang mulai kutekuni yaitu menulis artikel, esai, atau sejenisnya. Bahasaku sudah terbiasa dengan Bahasa cerita. Karena aku menyukai menulis cerita, cerpen, atau sejenis tsb.

Sempat sekali waktu, aku mencoba menulis artikel atau esai. Aku lupa. Setelah tulisan ku selesai. Aku tertawa. Tulisanku terlihat aneh. Itu yang pertama kali aku membaca artikel yang ku buat. Namun, aku mencoba terus belajar dari temanku yang sudah terbiasa menulis artikel dan esai.

Kepenulisanku dengan sangat bertolak belakang. Dia penulis artikel dan esai. Sedang aku menulis dengan gaya bercerita. Dia pernah sekali memberiku diary nya. Dia menyebutnya penggalan cerpen hidupnya.

Seketika aku tergelak.

Buku tersebut full berisi catatannya. Tapi tetap dengan gaya kepenulisan nya. Diarynya seperti kumpulan artikel dan esai.

Ini ceritaku tentang menulis, bagaimana denganmu?

Oya, jangan lupa selalu membawa catatan kecil dan pena.

Salam literasi

Diterbitkan oleh miss kacamata

food fighter 1/4 /peminum kopi di pagi hari/ penyuka indomie original/ penyuka dongeng anak-anak/ berharap bisa berteman dengan angelina jolie dan raisa/ pecinta kocheng dan kaktus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: