si kombi

kombi

suara paman jago di pagi hari sangat memekakkan telinga kombi yang masih terbuai oleh mimpi.dia terbangun dari tidur nya. mengedip-ngedipkan matanya. kombi bangun. dan segera membuka jendela kamarnya.

dia melihat paman jago tengah berdiri dengan gagah di batang pohon yang patah. kombi mendesah. hari masih gelap. dia melirik jam dinding di atas cermin kebanggaan nya. jarum jam pendek menunjukakan di arah angka 4. namun dia segera mengambil handuk. dan membersihkan dirinya. dia harus segera mandi dan berangkat bekerja.

selesai mandi. kombi segera memakai dasinya. dan bercermin dengan cermin kebanggaannya. cermin pemberian dari bunga yang pertama kali ia ambil nektarnya. dan sampai saat ini ia belum bisa melupakannya.

“kombi!!!” seseorang mengetuk kamarnya

kombi segera mengambil tas kerja nya. dan keluar dari kamarnya. dia menemukan kedua sahabatnya yang tengah berdiri di depan pintunya dengan senyum lebar.

“kombi, nanti selepas kita kerja, kita akan mengadakan pesta” ujar kumbang. temanyya

kombi mengernyit heran. bagi kawanannya sangat jarang mengadakan pesta. karena yang dilakukan kawanan nya adalah bekerja dan bekerja. mencari nektar. dan mengasilkan madu yang banyak.

“si kumang akan mengadakan pernikahan?” ujar bee di sebelahnya. dengan semangat yang menggebu.

kombi mendesah. dia tahu kabar pernikahan si kumang tetangga ujung kompleksnya. kombi benar-benar tidak tertarik dengan itu. pekerjaannya selepas kerja adalah menatap bunganya dari jauh.

“aku tidak tertarik” ujar nya sambil meninggalkan kedua temannya.

“kamu kan bisa bertemu dengan lebah betina kombi”lanjut kumbang. kombi menggeleng. dia menoleh. dan menatap hamparan bunga lily di sebelah selatan. sebentar lagi musim dingin akan tiba.

“jangan bilang kamu masih menyukai lily si bunga itu?” selidik kumbang. kombi mengangguk lemah. kedua temannya menutup mulutnya kaget.

“kalian berbeda umur dan jenis”ujar bee melemah suaranya. kombi segera berlalu. dan menyibukkan dirinya dengan bekerja. kedua temannya menatap punggung kombi. mereka tahu betapa antusias wajah kombi saat menceritakan bagaimana rupa lily. 2 tahun yang lalu. dan mereka pun tahu jika kombi akan selalu menyempatkan menatap lily dari kejauhan. menatap tawa lily.

awal hubungan keduanya tampak baik-baik saja. namun ketika kombi mengutarakan perasaannya lily mulai melarangnya datang. dengan berteriak-teriak mengusirnya. itulah mengapa kombi selalu menatap nya dari kejauhan.

dan seminggu lagi musim dingin akan tiba.

kombi semakin sering mengunjungi lily. dia menatapnya dari jauh. melihat tawa lily.

namun, ketika tinggal menunggu beberapa hari. kombi tidak bisa menahan rindunya. dia memutuskan mendatangi lily. melihat sorot mata lily, siapapun akan tahu jika ia pun sama sangat merindukan seekor lebah di depannya. yang tengah menatapnya dengan tatapan sendu. lily tersenyum.

kombi memeluk lily.

tidak bisakah waktu berhenti? batin kombi

angin berkesiur kencang. hingga lily tampak bergetar lemah. kombi masih memeluknya. dia mengusap wajah putih lily yang seperti salju. lily tersenyum dan menutup matanya.

kombi tergugu.

dia semakin erat memeluk lily. baginya bunga lily. akan menjadi selamanya bunganya.

gerimis mengguyur tubuh mereka berdua. tubuh kombi bergetar.

Diterbitkan oleh miss kacamata

food fighter 1/4 /peminum kopi di pagi hari/ penyuka indomie original/ penyuka dongeng anak-anak/ berharap bisa berteman dengan angelina jolie dan raisa/ pecinta kocheng dan kaktus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: