Moyang Raksasa Timun Mas

Gelak tawa nya terdengar hingga seluruh penjuru rumah mereka yang mungil. Sesekali ia menoleh. Melihat putri kecilnya yang tumbuh oleh cerita Aba nya. Tawanya terdengar renyah. Ketika di luar sana para orangtua mengenalkan gadget. Lain halnya dengan putrinya. Ia tumbuh berkembang lewat cerita yang diceritakan oleh abanya setiap malam. Dengan mata berbinar dan antusias. Seperti malam ini.

Jauza tergelak lagi mendengar abanya mempraktikkan raksasa. Yang bernama auj.

“kalo di zaman nabi nuh itu ada raksasa, apa raksasa nabi nuh masih family dengan raksasa nya yang ada di timun mas aba?” abanya menggeleng. Ya. Peraturan dalam cerita aba. Adalah tidak boleh bertanya sebelum cerita selesai. Jauza meringis melihat aba nya yang tampak mengingatkan. Jauza terlalu gemas. Pertanyaan itu seolah berputar dalam kepalanya.

“jadi nabi nuh, meminta auj untuk membuatkan perahu, perahu yang akan menampung seluruh umat. Namun dengan nada mengejek. “hei nuh, lalu apa imbalan yang akan kau beri?” ujar Auj. Nabi nuh menyodorkan tiga potong roti. Melihat roti tersebut. Auj tertawa mengejek. “roti tersebut tidak akan pernah membuatku kenyang” nabi nuh menggeleng lalu berkata “cobalah memakannya sambil mengucapkan bismillahirramhmanirrohim”

Auj terkekeh. Namun ia mengambil sepotong roti dan memakan sesuai anjuran nabi nuh. Kemudian ia mengambil sepotong roti yang kedua. Dan sebelum memakannya ia mengucapkan bismillahirrahmanirahim sesuai anjuran nabi nuh.

Ketika nabi nuh menyodorkan potong roti yang ketiga. Auj menggeleng. Sambil memegangi perutnya.

“tidak, perutkuu sudah penuhh” tolak auj. Nabi nuh tersenyum. Kemudian auj membuat perahu di bukit tertinggi dengan nabi nuh tetap mengawasi.

“jadi, pelajaran apa yang diambil jauza??” tanya abanya setelah menyelesaikan ceritanya. Jauza manyun. Fikirannya masih dipenuhi oleh apa hubungan antara raksasa timun mas dan raksasa auj.

Jauza tampak berpura-pura berfikir. “hmmm, tidak boleh makan banyak aba”

Abanya menggeleng. “ketika makan harus berdoa dulu, agar makanan yang jauza makan berkah, dan jauza akan cepat kenyang” ujar abanya.

“kok bisa doa sebelum makan bikin jauza kenyang?” tanya nya. Abanya tertawa.

“jadi, kalau jauza makan, dan tidak doa dulu, setan setan akan ikut makan dengan jauza, nah karna itu jauza jadi tidak kenyang, dan bilang ke mama tambah lagi dan lagi, karna jauza tidak berdoa”

Jauza meringis. Mengingat kejadian siang tadi. Karena lauknya sayur sop yang dipenuhi bakso. Jauza tambah sampai tiga kali. Dan yang keempat. Di tahan abanya.

Jauza mengangguk. Abanya mematikan lampu dan mengusap kepala putrinya. Sebelum berlalu. Jauza menarik tangan abanya.

“aba, auj itu kakek moyangnya raksasa timun mas?” abanya tertawa. Putrinya selalu penasaran. Melihat wajah jauza yang tampak berkerut penasaran. Abanya mengangguk.  Demi meredam. Rasa penasaran putrinya. Yang ketika dijawab tidak, akan timbul 100 pertanyaan jauza. Malam ini sudah cukup.

Biarlah jauza berfikir auj dan raksasa timun mas masih family. Abanya tersenyum membayangkan pemikiran anaknya.

 Jauza tampak tersenyum puas.

Esok paginya. Jauza sudah rapi duduk di depan meja makan. Melihat mamanya menyiapkan sarapannya. Jauza mengambil sendok, hendak menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. Namun di cegah abanya. Jauza teringat.

Dan ia langsung menoleh tajam  ke kiri dan ke kanan. Jauza menghela nafas. Dan segera berdoa.

“kenapa jauza menoleh tadi?” tanya mamanya.

“jauza tau ma, pasti setan-setan sudah mupeng pengen ikut makan bareng jauza, enak ajah,” ujar jauza . membuat mama nya kaget. Dan menoleh ke arah aba nya. Tertawa.

“aba ternyata melahirkan anak cerdas” sahut aba. Dan memberikan jempol kepada putrinya.

“aba, jauza nggak suka jempol aba, nggak bisa di makan”protes jauza

 Sontak aba dan mamanya tergelak. Jauza selalu pintar berbicara. Jauza meringis.

Diterbitkan oleh miss kacamata

food fighter 1/4 /peminum kopi di pagi hari/ penyuka indomie original/ penyuka dongeng anak-anak/ berharap bisa berteman dengan angelina jolie dan raisa/ pecinta kocheng dan kaktus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: