Si Hitam

kulitku hitam legam. hampir menyerupai arang. kata orang. teman-temanku tidak ada yang ingin bermain denganku. mereka selalu mengejekku si hitam. tapi aku bukan malika. si kedelai hitam itu. seperti hari ini. “hey hitam!!!!” ejek salah satu temanku. tapi aku tetap menoleh. “kau mau ikut kami bermain?” ajaknya. yang sontak membuatku kaget. aku tersenyum lebar. danLanjutkan membaca “Si Hitam”

komunitas

Dalam sebuah hubungan kita harus mempunyai ikatan bukan? Hubungan apapun jenisnya. Well, bukan hanya ikatan saja yang terpenting. Komunikasi juga menduduki yang tingkat tertinggi dalam hal rantai hubungan. Seperti berbicara dengan Tuhan lewat doa. Jika kamu ingin di beri, maka kamu harus meminta. Rumus dasarnya jika kamu ingin-di maka kamu harus me-. Kita tidak bisaLanjutkan membaca “komunitas”

akhir november

ketika kau membaca ini. kau tengah menatapku. jangan kau bayangkan aku seperti angelina jolie ataupun raisa. karena aku tak secantik mereka. lagu india mengalun. bukan aku yang menyalakannya. tetangga kamar menyalakan terlalu keras. hingga musik ini terdengar gratis. kau tersenyum. kau menatapku tak berkedip. kau sedang menatapku atau sedang menghayalkan perempuan lain? sungguh aku takLanjutkan membaca “akhir november”

Moyang Raksasa Timun Mas

Gelak tawa nya terdengar hingga seluruh penjuru rumah mereka yang mungil. Sesekali ia menoleh. Melihat putri kecilnya yang tumbuh oleh cerita Aba nya. Tawanya terdengar renyah. Ketika di luar sana para orangtua mengenalkan gadget. Lain halnya dengan putrinya. Ia tumbuh berkembang lewat cerita yang diceritakan oleh abanya setiap malam. Dengan mata berbinar dan antusias. SepertiLanjutkan membaca “Moyang Raksasa Timun Mas”

Juang (Part 1)

Jalanan lengang. Udara  dinginnya malam kian menusuk tulang. Seorang anak laki-laki dengan susah payah membawa 3 tumpuk kitab tebal yang dibawa nya. Ia melirik jam tangannya. Lima belas menit lagi bel musyawarah akan berbunyi. Ia menegaskan kepada dirinya agar selalu awal, sebelum teman-temannya. Dengan keterbatasan yang ia miliki .ia bernama juang. Ia menoleh ke kananLanjutkan membaca “Juang (Part 1)”

si kombi

suara paman jago di pagi hari sangat memekakkan telinga kombi yang masih terbuai oleh mimpi.dia terbangun dari tidur nya. mengedip-ngedipkan matanya. kombi bangun. dan segera membuka jendela kamarnya. dia melihat paman jago tengah berdiri dengan gagah di batang pohon yang patah. kombi mendesah. hari masih gelap. dia melirik jam dinding di atas cermin kebanggaan nya.Lanjutkan membaca “si kombi”

Satu Paket

Aku terbangun dini hari. Bahkan sebelum alarmku berbunyi. Suatu yang sedikit mengejutkan. Mengingat untuk membuka mata saja aku sulit. Ditambah aku baru saja tertidur sekitar satu jam. Aku membuka ponselku. Dan sedikit memikirkan apa sih yang nanti mau aku tulis di blog? Tentang apa? Seringkali aku dititik yang sama dan pertanyaan itu selalu muncul. Stuck.Lanjutkan membaca “Satu Paket”

sesal

Sudah berapa hari di rumah? Bukan, sudah berapa bulan? Ada yang janggal. Setiap aku terbangun dari tidur. Rasa penyesalan yang tak bisa merubah diri. Bukan, merubah kebiasaan yang kian mendarah daging. “selama di rumah kamu ngapain zumi?” Pertanyaan yang sedikit menohok. Melihat aktivitas ku yang konsisten di atas Kasur dan menscroll ponsel. Ditambah kebutuhan yangLanjutkan membaca “sesal”

musim kawin

Hari apa ini? Tanggal berapa? Sudah dua hari ini. Rumah mungil yang berisikan  tujuh orang selalu kebisingan dengan suara suara kucing jantan atau di desaku biasa memanggilnya “mandung”. Ini malam kedua. Kucing adikku yang diincar oleh para mandung tetangga. Aku sempat bertanya ke ummiku. Apa chimo (nama kucing kami) sepopuler itu ummik? Ummik hanya mengangkatLanjutkan membaca “musim kawin”

(REVIEW BUKU) HATI SUHITA

SINOPSIS Alina suhita, perempuan dari trah darah biru pesantren dengan moyang pelestari ajaran jawa, sejak remaja terikat perjodohan. Ketika hari pernikahan tiba, gus birru suaminya, menumpahkan kekesalan dengan tidak mau menggauli suhita. Tinggal dalam satu kamar tapi tempat tidur terpisah sejak malam pertama pernikahan. Tanpa perbincangan apalagi kehangatan, namun bisa bersandiwara sebagai pasangan pengantin mesraLanjutkan membaca “(REVIEW BUKU) HATI SUHITA”