Juang (Part 1)

Jalanan lengang. Udara¬† dinginnya malam kian menusuk tulang. Seorang anak laki-laki dengan susah payah membawa 3 tumpuk kitab tebal yang dibawa nya. Ia melirik jam tangannya. Lima belas menit lagi bel musyawarah akan berbunyi. Ia menegaskan kepada dirinya agar selalu awal, sebelum teman-temannya. Dengan keterbatasan yang ia miliki .ia bernama juang. Ia menoleh ke kananLanjutkan membaca “Juang (Part 1)”